Posts filed under ‘Kuliah




INTRODUCTION

BAB I

PERMAINAN BOLA BESAR

  1. A. SEPAK BOLA

  1. 1. Pengertian sepak bola.

Sepak bola adalah suatu permainan yang dilakukan dengan jalan menyepak bola, yang mempunyai tujuan untuk memasukkan bola ke gawang lawan dan mempertahankan gawang tersebut agar tidak kemasukan bola. Dalam memainkan bola, setiap pemain diperbolehkan menggunakan seluruh anggota badan kecuali tangan dan lengan. Hanya penjaga gawang yang boleh menggunakan seluruh anggota badan termasuk tangan dan lengan dalam bermain sepak bola.

Sepak bola merupakan permainan beregu yang masing-masing regu terdiri dari 11 pemain. Biasanya permainan sepak bola dimainkan dalam dua babak dengan durasi waktu 2 X 45 menit dengan waktu istirahat 10 menit diantara dua babak tersebut, waktu istirahat ini tepatnya dilakukan pada saat babak pertama usai. Mencetak gol ke gawang lawa merupakan salah satu tujuan dan sasaran dari setiap kesebelasan, suatu kebelasan dinyatakan sebagai pemenang apabila kesebelasan tersebut dapat mencetak angka dengan memasukkan bola ke dalam gawang lawan yang jumlahnya lebih banyak dari pada lawan yang memasukkan bola ke gawang kita.

Bicara tentang permainan sepak bola, belum jelas dari mana dan siapa pencipta permainan olahraga tersebut. Sampai sekarang belum ada literatur yang membuktikan secara otentik. Para ahli sejarahpun sampai abad sekarang ini belum dapat menunjukkan dari mana asal mula dan siapa pencipta permainan sepak bola.

Dari peninggalan-peninggalan sejarah, kita mengenal beberapa sebutan sepak bola. Pada zaman Cina Kuno semasa pemerintahan dinasti Han, sepak bola dikenal dengan istilah ”tanchu”. Di Italia pada zaman Romawi dikenal sebagai ”haspartun”, di Perancis yang selanjutnya menyebar ke Normandia dan Britania (Inggris), dikenal dengan ”choule”. Di Yunani Kuno dikenal dengan istilah ”epishyros” dan di Jepang dikenal dengan istilah ”kemari”.

Pada tanggal 26 Oktober 1863 didirikan sebuah badan yang disebut ” English Football Assosiation”. Kemudian tanggal 8 Desember 1863 lahirlah peraturan permainan sepak bola modern yang disusun oleh badan tersebut yang dalam perkembangannya mengalami perubahan.

Atas inisiatif Guerin (Perancis) pada tanggal 21 mei 1904 berdirilah federasi sepak bola internasional dengan nama ”Federation International de Football Assosiation” (FIFA). Atas inisiatif Julies Rimet pada tahun 1930 diselenggarakan kejuaraan dunia sepak bola pertama di Montevideo, Uruguay. Karena jasanya, maka mulai tahun 1946 piala dunia tersebut dinamakan ”JULES RIMET CUP”. kejuaraan tersebut diadakan 4 tahun sekali dan mulai tahun 1970 piala tersebut menjadi milik Brazil, sebab negara ini telah berhasil memenangkan piala tersebut sebanyak tiga kali.

Di Indonesia sendiri, pada tanggal 19 April 1930 dibentuk Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di Yogyakarta dengan dukungan seluruh bond-bond. Pengurus PSSI pertama kali diketuai oleh Ir. Soeratin Sosrosoegondo. Untuk menghargai jasa-jasa Ir. Soeratin dalam upaya membina dan mempertahankan berdirinya PSSI, maka mulai tahun 1966 diadakan kejuaraan sepak bola tingkat taruna remaja dengan nama ”PIALA SOERATIN (SOERATIN CUP)”.

Tambah komentar Desember 22, 2009

karya ilmiah

MENULIS KARYA ILMIAH
Oleh:
Harry Firman
e-mail: titimplik@bdg.centrin.net.id
1. Karya Ilmiah
Suatu karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi
yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh
seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang
dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Terdapat berbagai jenis
karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium ,
artikel jurnal, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari
kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam
karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan lain dalam
melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk
menghasilkan karya ilmiah, seperti makalah, laporan praktikum, dan skrispsi
(tugas akhir). Yang disebut terakhir umumnya merupakan laporan penelitian
berskala kecil tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu makalah yang
ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah
mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis
pakar-pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan
praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan
kemampuan menyusun laporan penelitian. Dalam beberapa hal ketika mahasiswa
melakukan praktikum, ia sebetulnya sedang melakukan “verifikasi” terhadap
proses penelitian yang telah dikerjakan ilmuwan sebelumnya. Kegiatan praktikum
didesain pula untuk melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.
2. Sitematika Karya Ilmiah
Sistematika suatu karya ilmiah sangat perlu disesuaikan dengan sistematika
yang diminta oleh media publikasi (jurnal atau majalah ilmiah), sebab bila tidak
sesuai akan sulit untuk dimuat. Sedangkan suatu karya ilmiah tidak ada artinya
sebelum dipublikasi. Walaupun ada keragaman permintaan penerbit tentang
sistematika karya ilmiah yang akan dipublikasi, namun pada umumnya meminta
penulis untuk menjawab empat pertanyaan berikut: (1) Apa yang menjadi
masalah?; (2) Kerangka acuan teoretik apa yang dipakai untuk memecahkan
masalah?; (3) Bagaimana cara yang telah dilakukan untuk memecahkan masalah
itu?; (4) Apa yang ditemukan?; serta (5) Makna apa yang dapat diambil dari
temuan itu?
Paparan tentang apa yang menjadi masalah dengan latar belakangnya biasanya
dikemas dalam bagian Pendahuluan. Paparan tentang kerangka acuan teoretik
yang digunakan dalam memecahkan masalah umumya dikemukakan dalan bagian
dengan judul Kerangka Teoritis atau Teori atau Landasan Teori , atau Telaah
Kepustakaan, atau label-label lain yang semacamnya. Paparan mengenai apa yang
dilakukan dikemas dalam bagian yang seringkali diberi judul Metode atau
Hf/bhs.Ind/kim/2004
2
Metodologi atau Prosedur atau Bahan dan Metode. Jawaban terhadap pertanyaan
apa yang ditemukan umumnya dikemukakan dalam bagian Temuan atau Hasil
Penelitian. Sementara itu paparan tentang makna dari temuan penelitian
umumnya dikemukakan dalam bagian Diskusi atau Pembahasan.
Tentu saja sistematika karya ilmiah ini tidak baku, atau harga mati.
Sistematika karya ilmiah sangat bergantung pada tradisi masarakat keilmuan
dalam bidang terkait, jenis karya ilmiah (makalah, laporan penelitian, skripsi).
Dalam suatu karya ilmiah yang mempunyai tingkat keformalan yang tinggi,
seperti misalnya skripsi, sistematika penulisan lebih baku, dan beberapa paparan
lainnya sering diminta dari mahasiswa, seperti seperti Kesimpulan dan
Rekomendasi (Saran-Saran) pada bagian akhir, atau Kata Pengantar pada bagian
awal.
Banyak jurnal dan majalah meminta abstrak, yakni rangkuman informasi yang
ada dalam dokumen laporan, makalah, atau skripsi, lengkapnya. Abstrak yang
ditulis secara baik memungkinkan pembaca mengenali isi dokumen lengkap
secara secara cepat dan akurat, untuk menentukan apakah isi dokumen sesuai
dengan bidang minatnya, sehingga dokumen tersebut perlu dibaca lebih lanjut.
Abstrak sebaiknya tidak lebih dari 250 kata (dalam satu atau dua paragraf),
menyatakan secara singkat tujuan dan lingkup penelitian/pengkajian, metode yang
digunakan, rangkuman hasil, serta kesimpulan yang ditarik.
3. Laporan Praktikum
Dalam tradisi pendidikan tinggi dalam bidang sains, kegiatan praktikum
menjadi bagian penting dari program pendidikan. Hal ini disebabkan oleh
pentingnya peranan kegiatan praktikum dalam mengembangkan kompetensi ahli
sains. Praktikum menjadi wahana untuk: (1) Pemantapan pengetahuan teoretis
yang telah dipelajari; (2) Pengembangan keterampilan menggunakan peralatanperalatan
standar laboratorium sains; (3) Pembinaan sikap ilmiah dalam bekerja
di laboratorium sains; dan (4) Pengembangan kemampuan menulis laporan
kegiatan laboratorium. Kombinasi antara pemahaman yang kuat aspek-aspek
teoretis, kemampuan merancang eksperimen/penyelidikan untuk memecahkan
masalah dengan mengaplikasikan pengetahuan teoretik tadi, keterampilan bekerja
di laboratorium, serta kemampuan menulis laporan sehingga layak dipublikasi,
merupakan unsur-unsur penting dari kompetensi seorang ilmuwan.
Seperti halnya karya ilmiah lainnya, laporan praktikum mesti memenuhi
kriteria: (1) Nalar (logic); (2) Kejelasan (clarity); dan (3) Presisi (precision).
Dalam kaitan ini kecermatan berbahasa dalam menulis laporan sangat penting
peranannya, karena faktor ini dapat membuat suatu laporan memenuhi tiga kriteria
tadi. Perlu diingat bahwa sebuah laporan praktikum adalah wahana penyampaian
pesan dari mahasiswa sebagai komunikator kepada pembaca laporan itu (dosen
dan mahasiswa lain) tentang: (1) Masalah apa yang diselidiki; (2) Pengetahuan
teoretis apa yang dijadikan landasan bagi penetapan prosedur/metode
penyelidikan: (3) Apa yang dilakukan untuk pengumpulan data dan informasi; (4)
Data apa yang terkumpul dan temuan apa yang dihasilkan dari analisis data; (5)
Pembahasan (diksusi) tentang hasil yang diperoleh, khususnya mengenai
implikasi temuan ; (6) Kesimpulan apa yang dapat ditarik.
Hf/bhs.Ind/kim/2004
3
Sesuai dengan fungsi laporan praktikum yang dikemukakan di atas, laporan
praktikum umumnya terdiri atas komponen-komponen: (1) Tujuan, yang
memaparkan permasalahan apa yang akan diselidiki; (2) Teori, yang memaparkan
konsep dan prinsip yang melandasi penyelidikan yang dilakukan; (3) Alat dan
bahan, yang merupakan paparan tentang jenis alat dan bahan yang dipakai, baik
nama maupun ukuran. Apabila alat ukur elektronik tertentu dipergunakan,
hendaknya disertakan merk dan nomor serinya. Bahan kimia perlu dilaporkan
dengan konsentrasinya (bila larutan) dan kemurniannya (bila zat murni); (3)
Prosedur percobaan, yang memaparkan tahap-demi tahap yang dilakukan; (4)
Hasil Percobaan , yang mengungkapkan data yang telah ditabulasi, hasil analisis
data, baik secara statistik maupun tidak, serta temuan-temuan penting percobaan
sebagai hasil analisis data; (5) Pembahasan, yang mengungkapkan rasionalisasi
(penjelasan yang masuk akal) terhadap berbagai temuan yang menarik, misalnya
perbedaan antara prediksi teoretis dengan realita yang diamati; (6) Kesimpulan ,
sebagai pernyataan singkat yang mengungkapkan hasil penyelidikan secara
menyeluruh.
4. Menuliskan Daftar Pustaka
Karya ilmiah perlu dilengkapi dengan daftar pustaka, yang memaparkan karya
ilmiah lain yang digunakan sebagai rujukan. Agar dapat ditelusuri orang lain
penulisan karya ilmiah rujukan tersebut perlu memuat nama pengarang, judul
karya ilmiah, tahun penerbitan, serta penerbitnya. Tata cara penulisan daftar
pustaka perlu juga memberikan isyarat apakah karya ilmiah yang dirujuk itu
berupa buku, jurnal, makalah seminar, laporan penelitian yang tidak dipublikasi,
dokumen Web, dll. Oleh karenanya ada tata cara yang ditetapkan untuk
menuliskan daftar pustaka. Namun demikian terdapat banyak versi tata cara
penulisan daftar pustaka, bergantung pada tradisi yang dipegang oleh masyarakat
keilmuan dalam masing-masing bidang. Tata cara penulisan daftar pustaka yang
disarankan da lam “Pedoman Penulisan Karya Ilmiah” di UPI diadopsi sebagian
besar dari tata cara yang ditetapkan “American Psychological Association
(APA)”. Tata cara ini berbeda dengan yang ditetapkan oleh American Chemical
Sosiety, yang keduanya juga berbeda dari tata cara yang ditetapkan oleh Chemical
Society of Japan (CJS). Namun, untuk penulisan karya ilmiah dalam konteks
pendidikan di UPI, mahasiswa diwajibkan mengikuti pedoman yang ditetapkan
UPI.
Tata cara apapun dapat saja dipakai asalkan pemakaiannya konsisten. Namun
demikian apabila karya ilmiah kita ingin dipublikasikan dalam jurnal tertentu, kita
harus menyesuaikan diri dengan tata cara penulisan daftar pustaka yang ditetapkan
oleh redaksi jurnal tersebut.
Acuan
Akhadiah, S., Arsjad, M. G., Ridwan, S. H. (1988). Pembinaan kemampuan menulis
bahasa Indonesia. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Day, R. A. (1983). How to write and publish a scientific paper. Philadelphia: ISI Press.
Universitas Pendidikan Indonesia (2000). Pedoman penulisan karya ilmiah (laporan

Tambah komentar Desember 11, 2009

ergonomi

Abstrak

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal berupa prestasi dan produktivitas yang setinggi – tingginya, pemanfaatan secara optimal, kalau bisa ada sinergis, prinsip – prinsip fisiologi olahraga dan ergonomi pada pembinaan atlet dan tenaga kerja merupakan satu keharusan. Ini berkaitan khususnya dengan : – penggunaan beberapa peralatan olahraga yang secara ergonomis tidak sesuai dengan anthropometri rata – rata manusia Indonesia, – karakteristik dan temperatur tempat lomba yang yang berbeda dengan tempat asal atlet, – perjalanan ketempat lomba yang sangat melelahkan, dan – seringnya lomba dilakukan di malam hari. Sebagai langkah antisipasi, harus diterapkan berbagai prinsip ergonomi agar beban tambahan tubuh bisa dikurangi. Begitu pula untuk menghadapi kelelahan yang kumulatif, pemanfaatan prinsip fisiologi olahraga dalam bentuk dan dosis latihan yang memadai juga mutlak diperlukan. Dengan pendekatan seperti itu diharapkan prestasi atlet dan produktivitas tenaga kerja bisa optimal dan maksimal.

Kata kunci : ergonomi – fisiologi olahraga – prestasi – produktivitas

Abstract

To attain maximal results in form of the highest performance and productivity, optimal utilization of sport physiology principles and ergonomics, if possible in a synergical condition, in preparing of atheletes as well as workers become a must. This is related in particular to : – the use of sport tools which from ergonomical point of view are not fit to the Indonesian anthropometric average data, – the characteristic and environmental temperature of the location is significantly difference from the athletes original places, – traveling to the location is really fatigueing, – and very often the match has been done at night. As anticipative steps, some ergonomics principles must be carried out to leseen the additional loads beared by the athletes. So is also to face accumulative fatigue, the utilization of sport physiology principles in form of appropriate training doses and characteristic are also become a must. With such an approach it is strongly hoped that the atheletes performances and workers productivity could be optimally and maximally achieved.

Keywords : ergonomics – sport physiology – performences – productivity

PENDAHULUAN

Ergonomi ialah ilmu, teknologi dan seni untuk menserasikan alat, cara dan lingkungan kerja terhadap kemampuan, kebolehan dan batasan manusia untuk diperolehnya kondisi kerja dan lingkungan yang sehat, aman, nyaman, dan efisien demi tercapainya produktivitas kerja yang setinggi – tingginya. Dalam hal – hal tertentu, sering kali manusia yang harus menyesuaikan kemampuan, kebolehan dan batasannya terhadap alat, cara dan lingkungan kerja demi diperolehnya hasil yang optimal itu.

Ada beberapa faktor yang harus diperhitungkan baik yang menyangkut kemampuan manusia disatu pihak maupun tuntutan tugas yang harus dilaksanakan dilain pihak. Kemampuan manusia sangat ditentukan oleh faktor – faktor profile manusia itu sendiri, kapasitas fisiologis, kapasitas psikologis, dan kapasitas biomekaniknya. Sedangkan tuntutan tugas dipengaruhi oleh karakteristik – karakteristik dari materi pekerjaan, tugas yang harus dilakukan, organisasi dan lingkungan dimana pekerjaan itu harus dilakukan. Ratio antara tuntutan tugas dan kemampuan manusia inilah yang menentukan apakah penampilan akhirnya akan produktif, berkualitas, atau malahan sakit dan berpenyakit, lelah, celaka, ruda paksa, dsbnya. Ergonomi berusaha melalui keseimbangan antara tuntutan tugas dan kemampuan manusia bisa ditemukan alat, cara dan lingkungan kerja yang sehat, aman, nyaman dan efisien sehingga produktivitas bisa diperoleh setinggi – tingginya.

Fisiologi Olah Raga ialah ilmu, teknologi dan seni yang mempelajari mekanisme kerja dan fungsi organ – organ tubuh manusia sewaktu melakukan oalahraga. Jelas agar tujuanya manusia menjadi sehat, segar, produktif dan siap berprestasi. Kalau dikaitkan dengan prestasi, serupa dengan konsep ergonomi, maka tehnik melakukan gerakan olahraga prestasi ( ketrampilan ) didalam menggunakan alat olahraga, organisasi dan lingkungannya harus betul – betul dilandasi dengan adanya keserasian sehingga tidak ada energi yang terbuang atau energi tidak/belum dikerahkan/terpakai secara keseluruhan. Jadi untuk tercapainya prestasi yang optimal dan maksimal, selain atlet harus berada dalam kondisi fisik yang prima, tehnik/ketrampilan harus benar – benar dipersiapkan dan semua itu dilakukan dalam lingkungan yang benar – benar kondusif.

Di dalam mempersiapkan hal ini akan ada satu hambatan yang tidak bisa dihindari ialah digunakannya peralatan yang kalau dilihat dari prinsip ergonomis, – karena didesain untuk mereka yang memiliki anthropometri yang berbeda, – sering kali tidak memenuhi persyaratan.Di samping itu adanya lingkungan yang berbeda antara dari mana atlet berasal dengan lokasi dimana sesauata event olahraga dilakukan-, yang kadang-kadang bedanya cukup significant-, juga bisa menimbulkan masalah bagi atletbersangkutan .

Peper ini akan mengilustasikan upaya-upaya peningkatan produktivitas tenaga kerja dan prestasi atlet melalui optimalisasi prinsip-prinsip ergonomi dan fisiologi olahraga beseta sinergisme yang mungkin terjadi dengan memadukan satu sama lainnya di dalam melakukan pendekatan.

MASALAH DAN ANTISIPASINYA

Kerjasama Ergonomi dan Fisiologi Olah Raga

Beberapa ukuran dan berat olahraga seperti cakram, peluru, martil, tinggi net volley, tinggi keranjang bola, dsbnya itu, jelas tidak berada dalam lingkup rata – rata ukuran bangsa Indonesia, atau kalau dipergunakan pendekatan percentile, nilainya masih belum mencangkup sebagian besar nilai rata -rata atlet kita, sehingga banyak dari mereka tidak akan mampu ikut berpartisipasi dan berprestasi di dalam perebutan kejuaraan untuk jenis -jenis olahraga tersebut. Hanya atlet dengan ukuran – ukuran tertentu yang kira – kira sama dengan ukuran atlet barat yang akan bisa terlibat. Ini jelas kurang menguntungkan, dan mengharuskan kita justru mencari manusia Indonesia yang sesuai dengan tuntutan tersebut. Kalau di ergonomi masih mungkin digunakannya alat bantu berupa dinglik, penyangga, dan sebagainya, untuk upaya penserasian tersebut, tetapi didalam olahraga khususnya olahraga prestasi jelas hal itu tidak mungkin karena akan bertentangan dengan peraturan yang ada. Sebaiknya prinsip faal olahraga banyak bisa dimanfaatkan didalam pemecahan ergonomi seperti perlunya pelatihan olahraga dengan dosis dan jenis tertentu untuk menghilangkan kelelahan, stres dan kejenuhan. Misalnya operator komputer harus melakukan latihan olahraga ditempat setiap jamnya untuk melemaskan otot – otot bahu, leher, lengan dan untuk melancarkan peredaran darah. Dari contoh – contoh ini rupanya ada kaitan erat didalam aplikasi kedua cabang ilmu tersebut untuk tujuan mampunya manusia berprestasi dan berproduksi secara maksimal. Contoh konkrit lainya adalah para anggota pemadam kebakaran, para petugas search dan rescue

Tambah komentar Desember 11, 2009

Renang Gaya Kupu-Kupu (Butterfly Stroke)


Merupakan gaya yang paling sukar dan membutuhkan waktu untuk dipelajari.

1. Gerakan kaki
a. Posisi awal, kaki dan paha dengan posisi lurus. Dengkul tidak boleh ditekuk. Juga kedua telapak kaki dalam posisi agak berdekatan (agak rapat) satu sama lainnya.
b. Kemudian gerakkan kedua kaki secara bersamaan sedikit ke atas permukaan air
c. Kemudian jatuhkan ke dua kaki secara bersamaan ke bawah, sehingga memunculkan dorongan ke depan. Dan pinggul akan terdorong dan naik ke depan.
Ulangi langkah b – c di atas

Perhatikan:
Selama melakukan gerakan ini, kaki dan paha harus selalu dengan posisi lurus. Dengkul tidak boleh ditekuk.
Kedua telapak kaki dalam posisi agak berdekatan (agak rapat) satu sama lainnya.
Juga pinggul/pantat agak bergerak ke atas, sehingga akan memberikan gaya dorong ke depan yang lebih besar. Jadi kekuatan sebenarnya adalah di gerakan pinggul, bukan di kaki

2. Gerakan tangan
a. Posisi awal, kedua tangan lurus di atas kepala (kedua telapak tangan berdekatan, tapi tidak perlu menempel satu dengan yang lainnya)
b. Kemudian tarik kedua tangan ke bawah secara bersamaan. Terus tarik sampai ke belakang.
c. Kemudian angkat kedua tangan secara bersamaan keluar dari permukaan air dan ayunkan kembali depan
Ulangi langkah a – c di atas

Perhatikan:
Ketika menjatuhkan tangan ke air, maka seolah-olah ibu jari menyentuh permukaan air lebih dulu (telapak tangan agak menghadap ke luar)

3. Gerakan kombinasi tangan, kaki & mengambil nafas
Gerakkan kaki seperti pada point 1 di atas. Kemudian gerakkan kedua tangan ke bawah secara bersamaan. Pada waktu gerakan tangan ke bawah inilah saat kita sedikit menaikkan kepala ke atas untuk mengambil nafas.
Gerakan kaki dan tangan dilakukan bergantian.

Tips :
1) Awalnya mungkin Anda hanya kuat 1/2 lebar kolam ..teruskan berlatih. Jangan khawatir karena memang gaya ini yang paling berat. Semakin sering Anda berlatih, maka Anda akan semakin bisa
Bila dirasa terlalu berat, Anda bisa memulai belajar dengan melakukan 2 set gerakan kaki, baru kemudian diikuti 1 set gerakan tangan.

2) Setelah cukup lancar, maka mulai perbaikilah gaya ini dengan memperbaiki start awal gaya kupu. Kepala ditekuk agak ke bawah (dagu agak menempel ke dada) dan gerakkan pinggul lebih dulu, sehingga kaki terangkat dan lecutkan/tendangkan kaki dengan posisi lurus sejauh mungkin ke belakang. Gerakan kaki jangan dilakukan dilakukan secara berlebihan. Setelah itu baru gerakkan tangan.
Berikutnya, gerakan kaki selalu dimulai dari pinggul. Untuk membantu gerakan pinggul agak naik ke atas, kepala bisa ditekuk ke bawah (dagu agak ditempelkan ke dada).

3) Posisikan tubuh selalu di permukaan air, jangan terlalu dalam.

4) Agar lebih cepat dan gerakan lebih stabil, lakukan 2 – 3 set gerakan kaki dan tangan baru kemudian menaikkan kepala untuk mengambil nafas.

5) Kesempatan kepala untuk naik ke atas permukaan air sangatlah sedikit dan sebentar (tidak seperti gaya dada), karena itu manfaatkanlah sebaik mungkin.

6) Ketika kepala sedang tidak ke atas permukaan air untuk bernafas, pastikan posisi dagu agak menempel ke dada. Ini akan menambah daya luncur gaya kupu menjadi lebih kuat.

7) Seringkali sewaktu tangan berada di dalam air, gerakan tangan membentuk seperti huruf S. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan yang lebih kuat ke depan. Tetapi ada juga pelatih yang mengajarkan gerakan tangan biasa saja, sehingga gerakan tangan bisa lebih cepat dan kuantitas gerakan tangannya lebih banyak. Ini terserah Anda!

Tambah komentar November 30, 2009

resum kenisiologi

Rangkuman Tulang dan Sendi

KINESIOLOGI adalah  ilmu yang mempelajari tubuh manusia saat bergerak yang bertujuan agar gerak menjadi efisien, efektif, dan terhindar dari cidera. Dalam kinesiology dikenal dengan sikap anatomi yaitu mata memandang lurus kedepan sejajar bidang frontal, berdiri tegak dengan kaki sedikit dibuka, posisi tangan berada disamping badan dengan keadaan lurus, kemudian posisi ibu jari berada di bagian sisi luar

Beberapa istilah dalam kinesiologi

  • Axis : sumbu pada suatu gerakan
  • Bidang gerak : lintasan suatu gerakan
  • Bidang median : bidang yang membagi tepat tubuh kanan dan kiri
  • Bidang sagital : bidang yang membagi tubuh dari sebuah titik menjadi kanan dan kiri
  • Bidang tranversal : bidang ini membagi tubuh menjadi atas dan bawah
  • Bidang frontal : membagi tubuh menjadi depan dan belakang
  • Bidang longitudinal : berputar
  • Fleksi : adalah gerakakan menekuk atau membengkokkan
  • Ekstensi : adalah gerakan meluruskan
  • Adduksi : gerakan mendekati tubuh
  • Abduksi : gerakan menjauhi tubuh
  • Elevasi : merupakan gerakan mengangkat
  • Depresi : gerakan menurunkan
  • Inversi : gerakan memiringkan telapak kai kedalam
  • Eversi : gerakan memiringkan telapak kaki keluar
  • Supinasi : gerakan menengadahkan telapak tangan
  • Pronasi : gerakan menelungkupkan telapak tangan
  • Endorotasi : gerakan rotasi kedalam
  • Eksorotasi : gerakan rotasi keluar
  • Opposition : gerak melipat ibu jari
  • Position : gerkan normal ibu jari
  • Dorsiflektion : menekuk tangan
  • Pantarflektion : meluruskan tanagn
  • Retraksi : memendekkan otot
  • Protraksi : memanjangkan otot

 

Alat gerak manusia/ system musculus skeletal

Alat gerak manusia terdiri dari dua yaitu alat gerak aktif dan alat gerak pasif. Alat gerak aktif yaitu otot dan alat gerak pasif yaitu tulang. Mengapa tulang disebut alat gerak pasif? Karena tulang tidak dapat bergerak sendiri. Tulang hanya dapat bergerak bila ada yang menggerakan yaitu otot, meskipun demikian tulang dan otot tidak dapat dipisahkan.

Susunan dari tulang-tulang ini membentuk satu kesatuan yang disebut kerangka, yang memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Penyimpanan mineral
  • Pelindung organ tubuh yang vital
  • Pemberi bentuk pada tubuh tempat pembentukan sel darah merah

 

TULANG

Proses pembentukan tulang disebut proses osifikasi, sedangkan sel tulang disebut osteoblas.

Berikut merupakan proses pembentukan tulang

osteoblas                  ostesite                  osteoblas

keterangan

Pada awalnya tulang masih berbentuk sel tulang rawan semakin lama sel tulang rawan ini berubah menjadi keras yang disebut dengan osteosite akan tetapi tulang rawan ini tidak menghilang seluruhnya, dan semakin lama hampir seluruh tulang rawan mengeras hanya tersisa pada masing-masing ujung tulang yang menjadi berfungsi sebagi pelindung tulang. Oleh karena itu muncul pertanyaan, mengapa tulang rawan disebut sebagi pelindung sendi? Yang mana jawabannya yaitu mencegah untuk terjadinya aus pada sendi dan sebagai peredam saat terjadi benturan.

 

EPIPHASE DAN DIAPHASE

ephiphase

 

diaphase

Keterangan

Epiphase : ujung tulang baik proximal maupun distal

Diaphase : batang badan tulang

 

Sendi

Sendi adalah semua sambungan tulang yang memungkinkan tulang tersebut dapat bergerak satu sama lain atau tidak.

Klasifikasi sendi

  • Sinatrosis : sendi yang tidak dapat bergerak sama sekali
  • Gomphosis : persendian ada gigi
  • Amfiantrosis : persendian ini mhanya dapat bergerak sedikit
  • Sindenmosis : persendian pada ulna dan radius
  • Diatrosis atau sendi synovial : gerak persendiannya lebih luas

 

Komponen-komponen sendi sendi:

  • Kapsul sendi
  • Cairan synovial
  • Ligament
  • Diartrosis / rawan sendi
  • Diatrosi / membrane synovial : mencegah agar tulang rawan tidak keluar dari persendian

 

Faktor stabilitas sendi

  • Serat kolagen pada kapsul sendi dan ligamentum
  • Bentuk permukaan sendi yang melindungi pergerakan
  • Adanya tulang lunak dan otot skeletal
  • Tegangan tendon yang melekat pada tulang persendian

 

Tambah komentar November 28, 2009

kenisiologi

Kinesiologi
Manipulasi Otot

Kinesiologi adalah suatu metode / cara untuk menjaga kesehatan dengan cara memastikan agar otot bekerja dan berfungsi dengan benar. Dipercaya bahwa setiap otot berhubungan dengan bagian tubuh lain seperti pencernaan, peredaran darah dan organ-organ khusus. Dan jika suatu otot mengalami gangguan fungsi, akan mempengaruhi fungsi bagian tubuh yang lain yang terkait dengan otot tersebut.
Kinesologi pertama kali muncul pada Tahun 1964 dan dikembangkan oleh George Goodhheart seorang chiropractor Amerika.
Berdasarkan Penelitian dan pengalaman sejak Th 1900, bahwa otot juga memiliki hubungan dengan produksi dan distribusi Getah Bening dan juga berhubungan dengan saluran meredian yang diterapkan pada Akupuntur.
Kenesologi kemudian terus berkembang menjadi beberapa ilmu yang memiliki ciri khas tersendiri seperti Touch For Health dan Modern Massage.



Tambah komentar November 13, 2009

futasal dan sejarahnya

Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua regu, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan.

Futsal turut juga dikenali dengan berbagai nama lain. Istilah “futsal” adalah istilah internasionalnya, berasal dari kata Spanyol atau Portugis, football dan sala.

Sejarah

Futsal diciptakan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania.

Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu habis Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984.

Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.

Pertandingan futsal internasional pertama diadakan di AS pada Desember 1985, di Universitas Negeri Sonoma di Rohnert Park, California. Futsal The Rule of The Game

Tambah komentar November 11, 2009

tugas-tugas kuliah

Mengaplikasikan Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (PPKI) menggunakan Microsoft Word 2003

Sistematika Bab dan Subbab
Skripsi, Tesis, Disertasi
(Makalah yang lebih dari 20 halaman mengikuti aturan penulisan karya ilmiah)

Ada 3 alternatif dalam penulisan karya ilmiah:
Alternatif  1
Alternatif  2
Alternatif  3

Cara Merujuk dan Menulis Daftar Rujukan
1.     Cara Merujuk
Cara merujuk terbagi menjadi 2, yaitu dengan menggunakan kutipan langsung dan kutipan tidak langsung.

a.     Kutipan Langsung
Kutipan langsung sendiri masih terbagi menjadi 2 yaitu: (1) kutipan langsung kurang dari 40 kata, (2) kutipan langsung lebih dari 40 kata dan (3) kutipan yang dihilangkan sebagian.


Tambah komentar November 3, 2009

  • Kategori

  • deanlofa

    Mei 2012
    S S R K J S M
    « Des    
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • aq

  • pjkr

    abstrak bab I cemburu contoh buku daftar pustaka ergonomi face book futsal INTRODUCTION jurnal karya ilmiah kesabaran liga champions makanan sehat motivasi pjkr ppki renang rokok sabar sambal sehat sepak bola skripsi tugas komputer
  • Tulisan Teratas

    • komentar terakhir

      deanlofa on Profil Penulis
      deanlofa on Profil Penulis
      Mr WordPress on selamat datang coyyyy…
    • kategori

    • tesk

    • Tulisan terakhir

    •  
      Ikuti

      Get every new post delivered to your Inbox.