ergonomi
Desember 11, 2009 deanlofa
Abstrak
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal berupa prestasi dan produktivitas yang setinggi – tingginya, pemanfaatan secara optimal, kalau bisa ada sinergis, prinsip – prinsip fisiologi olahraga dan ergonomi pada pembinaan atlet dan tenaga kerja merupakan satu keharusan. Ini berkaitan khususnya dengan : – penggunaan beberapa peralatan olahraga yang secara ergonomis tidak sesuai dengan anthropometri rata – rata manusia Indonesia, – karakteristik dan temperatur tempat lomba yang yang berbeda dengan tempat asal atlet, – perjalanan ketempat lomba yang sangat melelahkan, dan – seringnya lomba dilakukan di malam hari. Sebagai langkah antisipasi, harus diterapkan berbagai prinsip ergonomi agar beban tambahan tubuh bisa dikurangi. Begitu pula untuk menghadapi kelelahan yang kumulatif, pemanfaatan prinsip fisiologi olahraga dalam bentuk dan dosis latihan yang memadai juga mutlak diperlukan. Dengan pendekatan seperti itu diharapkan prestasi atlet dan produktivitas tenaga kerja bisa optimal dan maksimal.
Kata kunci : ergonomi – fisiologi olahraga – prestasi – produktivitas
Abstract
To attain maximal results in form of the highest performance and productivity, optimal utilization of sport physiology principles and ergonomics, if possible in a synergical condition, in preparing of atheletes as well as workers become a must. This is related in particular to : – the use of sport tools which from ergonomical point of view are not fit to the Indonesian anthropometric average data, – the characteristic and environmental temperature of the location is significantly difference from the athletes original places, – traveling to the location is really fatigueing, – and very often the match has been done at night. As anticipative steps, some ergonomics principles must be carried out to leseen the additional loads beared by the athletes. So is also to face accumulative fatigue, the utilization of sport physiology principles in form of appropriate training doses and characteristic are also become a must. With such an approach it is strongly hoped that the atheletes performances and workers productivity could be optimally and maximally achieved.
Keywords : ergonomics – sport physiology – performences – productivity
PENDAHULUAN
Ergonomi ialah ilmu, teknologi dan seni untuk menserasikan alat, cara dan lingkungan kerja terhadap kemampuan, kebolehan dan batasan manusia untuk diperolehnya kondisi kerja dan lingkungan yang sehat, aman, nyaman, dan efisien demi tercapainya produktivitas kerja yang setinggi – tingginya. Dalam hal – hal tertentu, sering kali manusia yang harus menyesuaikan kemampuan, kebolehan dan batasannya terhadap alat, cara dan lingkungan kerja demi diperolehnya hasil yang optimal itu.
Ada beberapa faktor yang harus diperhitungkan baik yang menyangkut kemampuan manusia disatu pihak maupun tuntutan tugas yang harus dilaksanakan dilain pihak. Kemampuan manusia sangat ditentukan oleh faktor – faktor profile manusia itu sendiri, kapasitas fisiologis, kapasitas psikologis, dan kapasitas biomekaniknya. Sedangkan tuntutan tugas dipengaruhi oleh karakteristik – karakteristik dari materi pekerjaan, tugas yang harus dilakukan, organisasi dan lingkungan dimana pekerjaan itu harus dilakukan. Ratio antara tuntutan tugas dan kemampuan manusia inilah yang menentukan apakah penampilan akhirnya akan produktif, berkualitas, atau malahan sakit dan berpenyakit, lelah, celaka, ruda paksa, dsbnya. Ergonomi berusaha melalui keseimbangan antara tuntutan tugas dan kemampuan manusia bisa ditemukan alat, cara dan lingkungan kerja yang sehat, aman, nyaman dan efisien sehingga produktivitas bisa diperoleh setinggi – tingginya.
Fisiologi Olah Raga ialah ilmu, teknologi dan seni yang mempelajari mekanisme kerja dan fungsi organ – organ tubuh manusia sewaktu melakukan oalahraga. Jelas agar tujuanya manusia menjadi sehat, segar, produktif dan siap berprestasi. Kalau dikaitkan dengan prestasi, serupa dengan konsep ergonomi, maka tehnik melakukan gerakan olahraga prestasi ( ketrampilan ) didalam menggunakan alat olahraga, organisasi dan lingkungannya harus betul – betul dilandasi dengan adanya keserasian sehingga tidak ada energi yang terbuang atau energi tidak/belum dikerahkan/terpakai secara keseluruhan. Jadi untuk tercapainya prestasi yang optimal dan maksimal, selain atlet harus berada dalam kondisi fisik yang prima, tehnik/ketrampilan harus benar – benar dipersiapkan dan semua itu dilakukan dalam lingkungan yang benar – benar kondusif.
Di dalam mempersiapkan hal ini akan ada satu hambatan yang tidak bisa dihindari ialah digunakannya peralatan yang kalau dilihat dari prinsip ergonomis, – karena didesain untuk mereka yang memiliki anthropometri yang berbeda, – sering kali tidak memenuhi persyaratan.Di samping itu adanya lingkungan yang berbeda antara dari mana atlet berasal dengan lokasi dimana sesauata event olahraga dilakukan-, yang kadang-kadang bedanya cukup significant-, juga bisa menimbulkan masalah bagi atletbersangkutan .
Peper ini akan mengilustasikan upaya-upaya peningkatan produktivitas tenaga kerja dan prestasi atlet melalui optimalisasi prinsip-prinsip ergonomi dan fisiologi olahraga beseta sinergisme yang mungkin terjadi dengan memadukan satu sama lainnya di dalam melakukan pendekatan.
MASALAH DAN ANTISIPASINYA
Kerjasama Ergonomi dan Fisiologi Olah Raga
Beberapa ukuran dan berat olahraga seperti cakram, peluru, martil, tinggi net volley, tinggi keranjang bola, dsbnya itu, jelas tidak berada dalam lingkup rata – rata ukuran bangsa Indonesia, atau kalau dipergunakan pendekatan percentile, nilainya masih belum mencangkup sebagian besar nilai rata -rata atlet kita, sehingga banyak dari mereka tidak akan mampu ikut berpartisipasi dan berprestasi di dalam perebutan kejuaraan untuk jenis -jenis olahraga tersebut. Hanya atlet dengan ukuran – ukuran tertentu yang kira – kira sama dengan ukuran atlet barat yang akan bisa terlibat. Ini jelas kurang menguntungkan, dan mengharuskan kita justru mencari manusia Indonesia yang sesuai dengan tuntutan tersebut. Kalau di ergonomi masih mungkin digunakannya alat bantu berupa dinglik, penyangga, dan sebagainya, untuk upaya penserasian tersebut, tetapi didalam olahraga khususnya olahraga prestasi jelas hal itu tidak mungkin karena akan bertentangan dengan peraturan yang ada. Sebaiknya prinsip faal olahraga banyak bisa dimanfaatkan didalam pemecahan ergonomi seperti perlunya pelatihan olahraga dengan dosis dan jenis tertentu untuk menghilangkan kelelahan, stres dan kejenuhan. Misalnya operator komputer harus melakukan latihan olahraga ditempat setiap jamnya untuk melemaskan otot – otot bahu, leher, lengan dan untuk melancarkan peredaran darah. Dari contoh – contoh ini rupanya ada kaitan erat didalam aplikasi kedua cabang ilmu tersebut untuk tujuan mampunya manusia berprestasi dan berproduksi secara maksimal. Contoh konkrit lainya adalah para anggota pemadam kebakaran, para petugas search dan rescue
Entry Filed under: Artikel olahraga, Kuliah, serba2 dan yang sudah ditandai: ergonomi